Rabu, 14 Maret 2012

Pantun

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti "petuntun". Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa). Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.
Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.
Karmina dan talibun merupakan bentuk kembangan pantun, dalam artian memiliki bagian sampiran dan isi. Karmina merupakan pantun "versi pendek" (hanya dua baris), sedangkan talibun adalah "versi panjang" (enam baris atau lebih).

 Contoh Puisi

Puisi Cinta:

Puisi Cinta ke-1:
selamat pagi cinta……diujung pagi yang cerah ini aku tak menemukan bayangmu,kemana dikau??…..aku selalu setia setiap pagi hanya buat mengatakan sayangku padamu…aku juga selalu membawa seikat bunga cinta yang segar nan indah buatmu seorang..namun pagi ini aku tak tau kemana gerangan dirimu yang biasanya akan selalu menyambutku dengan uluran kasih sayangmu..adakah kau rasa debar was wasku menanti hadirmu, hingga ujung pagi ini kaupun belum nampah ,,,,

Puisi Cinta ke-2:
aku ingin semua yang hadir dalam jiwaku adalah hakmu yang akan menjadi pemacu dalam kisah hidup yang kita jalani sehari hari karena aku cinta kamu…aku juga ingin hadirku adalah kekayaanmu yang sempurna karena didalamnya ada pernak pernik sayangku buatmu..dalam suka dan duka dunia cinta aku ingin engkau juga paham akan semburan lava cinta yang sewaktu waktu bisa dahsat menghujani seluruh jiwamu ….selangkah semi selangkah semua ingin dalam janji kisah cinta yang kita jalani akan ringan terasa karena kau hadir saat tepat ujung jarum asmara menusuk jantung hariku….

Puisi Cinta ke-3:
dalam nelangsa hayalku ada hadirmu menyapaku,aku tersenyum ceria karena engkaupun tersenyun,,namun sedetik kemudian engkau pergi membawa senyum yang belum sempat kunikmati …aku tidak tau kenapa begitu cepat engkau berlalu dan membawa senyum itu pergi..aku juga bingung kenapa engkau tebarkan senyum lalu kaupun pergi tanpa sepatah kata terucap..kemana aku akan mencari dirimu dalam remang remang cahaya yang membawa langkahmu..kemana aku harus mengadu karena engkau tak meninggalkan jejak…haruskah aku berteriak agar alam semesta membantuku mencari langkahmu?????….aku juga tidak tau apakah senyum manismu itu adalah senyum perpisahan atau senyum terakhir buaatku..

Puisi Cinta ke-4:
dinginnya malam tak sedingin hariku kala mengingat acuhnya dirimu memandangku,dengan apa aku harus buktikan kalau aku menyayangimu…dengan apa aku harus peragakan kalau aku mengasihimu sepenuh hari,tapi belum sempat ku ucap kata bayangmupun tak tampak lagi..kemana pergimu..kemana langkahmu..kemana bayangmu…yang kesekian kalinya aku harus kecewa karena cinta belum hampiri asaku dengan sempurna
aku titip salam rinduku padamu ………..aku sayang padamu……engkau yang merasakan kasihku..ILV U

Puisi Cinta ke-5:
nuansa indah dihatiku tak pernah menentu itu karena engkau tak pernah menyatakan cinta dengan sempurna….jika itu hanya sebuah ilusi dalam hayal kenapa selalu engkau ucap salam manis buatku setiap hari.. walau begitu aku akan selalu menitipkan kangenku buatmu, ingin aku sapa dirimu setipa kali engkau titip salam tapi aku ragu arena salammu juga samar sampai…

Puisi Cinta ke-6:
mimpi buruk selalu menghantui disetiap langkah kakiku tentang pedasnya ucapan selamat malammu yang engkau lontarkan tadi malam,aku bingung apa arti semuanya,aku juga gak ngerti kanapa demikian,haruskah aku pejamkan mata atau menutup mata sementara dihatiku selalu menggemakan namamu karena aku suka kamu….

Puisi Cinta ke-7:
indah sungguh indah kenangan yang engkau ciptakan bersama usainya malam tanpa selimut sinar rembulan…aku pasrah dalam hangetnya selimut tebal kulitmu…aku terbuai oleh manisnya rayu yang engkau lontarkan ketika kita bersama dalam kasih yang tercipta tanpa ada komando…aku menikmati sejuknya bibir mungilmu ketika menuturkan kisah kisah asmara yang kita jalani sehari hari..aku ingin semua kisah yang ada takkan pernah memudar dan takkan pernah hilang ditelan waktu karena aku sangat sayang padamu

Puisi Cinta ke-8:
kesal kesal kesal………cinta membawaku kejalan kebencian memandangmu,mendengarmu dan mengingatmu……masa bodo dengan dirimu,masa bodo dengan ocehanmu,masa bodo dengan senyummu karena aku lagi kesal denganmu…enyahlah engkau dari hadapanku,enyahlah engkau dari ingatanku,dan pergi jauhlah engkau dari hai hariku…

Puisi Cinta ke-9:
aku ragu dengan dia ,aku resah dengannya karena kasihnya tidak nampak ,karena sayangnya samar,,haruskah aku menyapa untuk mengetahui kepastiannya????….aku bimbang ,aku tidak bisa menyapa,aku tidak bisa menghampirinya,biarkanlah sayang ini lenyap dan pergi seperti dia yang pergi dan berlalu begitu saja dariku….

Puisi Cinta ke-10:
indah sangat indah kenangan diantara kita …semua kita ciptakan karena cinta yang bersemi diantara kita begitu damai,begitu teduh dan begitu manis,,,,namun kenapa tiba tiba saja semua lenyap ,,kenapa tiba tiba saja semua musnah dan kenapa tiba tiba saja hengkang dari hadapanku…..aku ingin semua yang pernah tercipta diantara kita adalah kenangan yang tak akan pernah ternoda oleh asa lain namun aku ingin kenangan itu tersimpan rapat rapat dalam sanubarimu agar suatu saat kalau kau ingin melihatnya masih tertata rapi…

Puisi Cinta ke-11:
sayang kenapa tiba tiba saja asa yang kau titip padaku samar dan kaku?????…sayang kenapa indahnya senyumnu hambar terlihat olehku????aku tidak ingin semuanya begitu saja,karena semuanya belum sempurna aku lihat,ak semua yang ada padamu hanya tercipta buatku dan hanya buat ddiriku dalam hari hari sepanjang waktuku….

Puisi Cinta ke-12:
hari ini sudah hampir seperempatnya berjalan,namun sia sia aku menanti hadirmu diujung jalan yang sepi tanpa ada bayang yang melintas,,,aku hanyalah sebuah raga yang kesepian dalam hayal,aku adalah sebuah sosok yang nelangsa dalam bayangan,tapi aku juga adalah sesosok manusia yang butuh akan cinta dan kasih,karena itu aku menanti hadirmu diujung jalan itu,cintai aku,sayangi aku dan kasihilah aku….

Puisi Cinta ke-13:
tabir hidupmu adalah sebuah pengorbanan yang berat buatku ungkap tapi aku harus melakukannya agar aku tau apakah aku ada dibalik tabir itu..satu persatu akan kubuka tirainya,satu persatu akan ku susun didalam jiwa ini,aku tidak akan menyerah buat melakukannya hingga kutemukan asa tertulis namaku didalamnya,aku juga tidak akan melepaskanmu jiga asa itu ada dan tercipta buatku…terimakaisih buatmu karena engkau ijinkan aku membuka tabirmu karena sebenarnya diantara kita sudah tercipta sebuah asmara yang damai ….


Puisi Cinta ke-14:
hari ini aku bahagia karena dia menghampiriku dan mengucapkan sayangnya padaku,kemana duka yang semalam datang karena tak ada kabar beritanya??masa bodo dengan itu yang jelas hari ini aku bahagia,,aku ingin menumumkan pada semua mahluk yang berada dimuka bumi ini karena hari ini aku seneng,karena hari ini aku bahagia dan karena hari ini aku ringan melangkah itu semua karena hadirmu dan cintamu….


Puisi Cinta ke-15:
dalam kesendirianku tak pernah terbayang akan hadirmu disampingku,,dalam sunyiku tak pernah terbayang akan lambaian tanganmu menggapaiku,,adakah asa yang kau bawa dalam jiwamu buat diriku????…adakah semua yang tercipta dalam raga kan menjadi milikku untuh????…hadirmu dan lambaian tanganmu sangat membuatku terpana akan hadirmu didetik detik penantianku..

Puisi Cinta ke-16:
kau tak kan pernah kulupakan dalam ingat dan benakku karena kau adalah satu satunya belahan jiwa yang tersimpan dalam ragaku,,,kau tak kan pernah terlewatkan dalam canda gurauku karena kau adalah topik pembicaraanku sehari hari,,,mampukah ku melupakanmu?/,,mampukah ku melewatimu??,,walau hanya sedetik dalam ingat takkan pernah kumampu melakukannya,,aku sayang kamu,aku juga tak ingin semua kisah kasih diantara kita ada yang tertinggal karena semua tercipta karena kau dan aku saling menyayangi…..

     Pantun Teka-teki:
Kalau tuan bawa keladi
Bawakan juga si pucuk rebung
Kalau tuan bijak bestari
Binatang apa tanduk dihidung ?
Beras ladang sulung tahun
Malam malam memasak nasi
Dalam batang ada daun
Dalam daun ada isi
Terendak bentan lalu dibeli
Untuk pakaian saya turun kesawah
Kalaulah tuan bijak bestari
Apa binatang kepala dibawah ?
Kalau tuan muda teruna
Pakai seluar dengan gayanya
Kalau tuan bijak laksana
Biji diluar apa buahnya
Tugal padi jangan bertangguh
Kunyit kebun siapa galinya
Kalau tuan cerdik sungguh
Langit tergantung mana talinya ?
     Pantun Nasihat
Kayu cendana di atas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang
Kemuning di tengah balai
Bertumbuh terus semakin tinggi
Berunding dengan orang tak pandai
Bagaikan alu pencungkil duri
Parang ditetak kebatang sena
Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan sempurna
Bila tak penuh menaruh ilmu
Padang temu padang baiduri
Tempat raja membangun kota
Bijak bertemu dengan jauhari
Bagaikan cincin dengan permata
Ngun Syah Betara Sakti
Panahnya bernama Nila Gandi
Bilanya emas banyak dipeti
Sembarang kerja boleh menjadi
Jalan-jalan ke kota Blitar
jangan lupa beli sukun
Jika kamu ingin pintar
belajarlah dengan tekun
 
     Pantun Kias
Ayam sabung jangan dipaut
Jika ditambat kalah laganya
Asam digunung ikan dilaut
Dalam belanga bertemu juga
Berburu kepadang datar
Dapatkan rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagaikan bunga kembang tak jadi
Anak Madras menggetah punai
Punai terbang mengirap bulu
Berapa deras arus sungai
Ditolak pasang balik kehulu
Kayu tempinis dari kuala
Dibawa orang pergi Melaka
Berapa manis bernama nira
Simpan lama menjadi cuka
Disangka nenas di tengah padang
Rupanya urat jawi-jawi
Disangka panas hingga petang
Kiranya hujan tengah hari
 
Pantun Kepahlawanan
Adakah perisai bertali rambut
Rambut dipintal akan cemara
Adakah misai tahu takut
Kamipun muda lagi perkasa
Hang Jebat Hang Kesturi
Budak-budak raja Melaka
Jika hendak jangan dicuri
Mari kita bertentang mata
Kalau orang menjaring ungka
Rebung seiris akan pengukusnya
Kalau arang tercorong kemuka
Ujung keris akan penghapusnya
Redup bintang haripun subuh
Subuh tiba bintang tak nampak
Hidup pantang mencari musuh
Musuh tiba pantang ditolak
Esa elang kedua belalang
Takkan kayu berbatang jerami
Esa hilang dua terbilang
Takkan Melayu hilang dibumi
 
Pantun Jenaka
Di mana kuang hendak bertelur
Di atas lata dirongga batu
Di mana tuan hendak tidur
Di atas dada dirongga susu
Elok berjalan kota tua
Kiri kanan berbatang sepat
Elok berbini orang tua
Perut kenyang ajaran dapat
Sakit kaki ditikam jeruju
Jeruju ada didalam paya
Sakit hati memandang susu
Susu ada dalam kebaya
Naik kebukit membeli lada
Lada sebiji dibelah tujuh
Apanya sakit berbini janda
Anak tiri boleh disuruh
Orang Sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya
Jalan-jalan ke rawa-rawa
Jika capai duduk di pohon palm
Geli hati menahan tawa
Melihat katak memakai helm
Limau purut di tepi rawa,
buah dilanting belum masak
Sakit perut sebab tertawa,
melihat kucing duduk berbedak
jangan suka makan mentimun
karna banyak getahnya
hai kawan jangan melamun
melamun itu tak ada gunanya
 
       Pantun Budi
Bunga cina di atas batu
Daunnya lepas kedalam ruang
Adat budaya tidak berlaku
Sebabnya emas budi terbuang
Diantara padi dengan selasih
Yang mana satu tuan luruhkan
Diantara budi dengan kasih
Yang mana satu tuan turutkan
Apa guna berkain batik
Kalau tidak dengan sujinya
Apa guna beristeri cantik
Kalau tidak dengan budinya
Sarat perahu muat pinang
Singgah berlabuh di Kuala Daik
Jahat berlaku lagi dikenang
Inikan pula budi yang baik
Anak angsa mati lemas
Mati lemas di air masin
Hilang bahasa karena emas
Hilang budi karena miskin
Biarlah orang bertanam buluh
Mari kita bertanam padi
Biarlah orang bertanam musuh
Mari kita menanam budi
Ayam jantan si ayam jalak
Jaguh siantan nama diberi
Rezeki tidak saya tolak
Musuh tidak saya cari
Jikalau kita bertanam padi
Senanglah makan adik-beradik
Jikalau kita bertanam budi
Orang yang jahat menjadi baik
Kalau keladi sudah ditanam
Jangan lagi meminta balas
Kalau budi sudah ditanam
Jangan lagi meminta balas
 
 
Posted on by Fairuz Rafida ( 내 블로그 ) | No comments

0 comments:

Posting Komentar