Selasa, 15 Mei 2012

APRESIASI SASTRA


·        Pengertian Sastra
Kata Kesustraan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu susastra. Kata susastra yaitu terdiri
dari:
§  Su berarti  baik dan indah
§  Sastra berarti tulisan atau karangan
            Sastra adalah segala urusan tulisan atau karangan yang mengandung nilai – nilai kebaikan yang ditulis dengan bahasa yang indah.
·        Fungsi Sastra
Fungsi sastra dapat digolongkan menjadi lima golongan yaitu:

§  Fungsi reaktif yaitu manfaat yang bias memberikan rasa senang, gembira, dan menghibur pembaca.
§  Fungsi didaktif yaitu manfaat yang mendidik pembacanya dengan nilai – nilai kebenaran yang terkandung di dalamnya.
§  Fungsi estetis yaitu manfaat yang memberikan keindahan bagi pembacanya.
§  Fungsi moralitas yaitu manfaat untuk membedakan moral yang baik dan tidak baik.
§  Fungsi religiusitas yaitu manfaat yang mengandung nilai agama yang harus diteladani oleh pembacanya.

·        Ragam Sastra
Sastra terdiri atas tiga jenis yaitu:

§  Puisi
           Bentuk sastra yang dilukiskan dengan menggunakan bahasa yang singkat  dan padat,menenkankan pemakaian kata bermakna konotatif, penggunaan gaya bahasa, serta memerlukan kemerduan pengungkapan. Bentuk – bentuk puisi:
*      Puisi Lama
*      Mantra adlah puisi yang mengandung kekuatan magis, umumnya digunakan dalam upacara keagamaan.
*      Pantun adalah puisi lama yang mengandung cirri – ciri sebagai berikut:
*      Satu bait terdiri dari empat baris,
*      Baris pertama dan kedua sampiran, baris ketiga dan keempat merupakan isi,
*      Setiap baris terdiri dari delapan sampai dua belas suku kata,
*      Bersajak abab.

Contoh:
*      Gendang gendut
            Tali kecapi
            Kenyang perut
            Senanglah hati
*      Darimana datangnya lintah
Dari sawah turun ke kali
Darimana datangnya cinta
Darimana turun ke hati

*      Puisi baru ( tahun 30 – an )
*      Distichon ( Puisi dengan untaian 2 baris )
*      Terzina ( Puisi dengan untaian 3 baris )
*      Kuartet ( Puisi dengan untaian 4 baris )
*      Quin ( Puisi dengan untaian 5 baris )
*      Sektet ( Puisi dengan untaian 6 baris )
*      Septime ( Pisi dengan untaian 7 baris )
*      Oktaf / Stanza ( Puisi dengan untaian 8 baris )
*      Sonata ( Puisi dengan untaian 9 baris )

*      Puisi bebas
*      Puisi kontemporer

§  Prosa
           Prosa adalah bentuk sastra yang dibedakan dengan puisi, karena prosa menggunakan bahasa yang bebas dan panjang, tidak terlalu terikat oleh irama, rima atau kemerduan bunyi. Bentuk  bentuk prosa antara lain:
*      Mite adalah cerita yang dianggap benar –benar terjadi dan disucikan, misalnya:
*      Mengenal kehidupan dewa,
*      Roh – roh halus, yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat waktu itu.
*      Legenda adalah cerita asal usul yang mengisahkan sejarah atau suatu kejadian peristiwa, misalnya:
*      Cerita Rorojongrang,
*      Tangkuban Perahu,
*      dan sebagainya.
*      Dongeng adalah cerita yang lahir berdasarkan khayalan semata, misalnya:
*      Kancil,
*      Kura – kura,
*      dan sebagainya.
*      Hikayat adalah kisah mengenai kehidupan manusia dalam pengertian yang sebenarnya. Hikayat bercerita mengenai kehidupan istana, kebesaran raja – raja, peperangan, dan kepahlawanan misalnya:
*      Hikayat Raja Kalbar,
*      Hikayat Melayu,
*      dan sebagainya.
*      Novel adalah cerita atau prosa panjang yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang – orang di sekelilingnya, dengan menonjolkan watak dari sifat pelaku. Contohnya:
*      Siti NUrbaya,
*      Azab,
*      dan sebagainya.
*      Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk naratif, mengisahkan sepenggal kehidupan manusia yang penuh pertikaian, mengaharukan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan.

§  Drama
                        Drama adalah bentuk sastra yang dilukiskan dengan menggunakan bahasa yang panjang dan bebas, bertujuanmenggambarkan kehidupan lewat lakuan dialog ( percakapan ) para tokoh, dan dipentaskan.

§  Pengarang dan karyanya ( Berupa puisi )
*      Guridam Dua Belas adalah Raja Ali, disebut Guridam Dua Belas karena berisi 12 pasal yang berisi nasihat dan petuah terhadap diri sendiri, orang tua, anak, suami, istri, Tuhan, kawan, dan masyarakat.
*      Syair Singapura dimakan Api oleh Abdullah bin Abdulkadir Munsyi.
*      Moh. Yamin ( Tokoh BP ) Perubahan Puisi ke Sonata.
*      Rustam Effendi ( Tokoh BP)
*      Percikan Perenungan
*      Bebasari ( Drama Bersajak )
*      Sultan Takdir Alisyahbana ( Tokoh BP )
*      Tebaran Mega
*      Amir Hamzah ( Raja penyair BP )
*      Armyn Pane ( Tokoh BP )
*      Jiwa Berjiwa,
*      Gamelan jiwa
*      Sanusi Pane( Tokoh BP )
*      Puspa Mega,
*      Mada Kelana.
*      Y. E. Tatengkeng ( Tokoh BP )
*      Rindu Dendam.
*      Chairil Anwar ( Tokoh angkatan 45 )
*      Deru Campur Debu,
*      Yang Terhempas dan Yang Terputus.
*      Sitor Sitomorang ( Angkantan 50 –an)
*      Surat Kertas Hijau,
*      Wajah Tak Bernama.
*      Taufik Ismail ( Angkatan 66 )
*      Tirani,
*      Benteng,
*       Manifestasi,
*      Sajak Ladang Jagung.
*      Subagyo Sastro Wardoyo ( Angkatan 66 )
*      Shimponi.
*      W. S Rendra
*      Sajak Sepatu Tua,
*      Belanda Orang – Orang Tercinta,
*      Empat Kumpulan Sajak,
*      Nyanyian Angsa.
§  Gaya Bahasa
Gaya bahasa adlah pemakaian kata – kata kiasan dan perbandingan yang tepat untuk melukiskan sesuatu. Gaya bahasa berbeda dengan ajas. Majas adalah bagian dari gaya bahsa yaitu:

*      Majas perbandingan
*      Metonimia adalah majas yang menyatakn merek dagangan. Contoh:
*      Bapak naik HONDA pergi ke kantor.
*      Kiasan atau metafora  adalah majas yang membandingkan suatu benda dengan benda lain. Contoh:
*      Ani malam telah keluar dari balik awan.
*      Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda dengan perilaku manusia ( penginsanan ). Contoh:
*      Angin berbisik,
*      Hujan mencercahkan kakinya ke bumi.
*      Eufimisme adalah majas yang mengganti suatu kata dengan kata lain yang hampir sama artinya, dengan maksud yang mengahaluskan bahasa.
*      Rupanya anak saudara kurang pandai.
*      Hiperbola adalah melukiskan keadaan yang melebih – lebihkan.
*      Hatiku terbakar cemburu.
*      Alegori adalah majas yang memperlihatkan perbandingan utuh.
*      Bahtera hidup.
*      Majas Penegasan
*      Repetisi adalah majas yang mengulang sepatah kataberkali – kali dalam kalimat. Contoh:
*      Cinta adalah keindahan,
*      CInda adalah kebahagiaan,
*      Cinta adalah pengorbanan.
*      Klimaks adalah menyatakan beberapa hal berturut – turut  semakin lama semakin memuncak. Contoh:
*      Sejak menyemaibenih, tumbuh, hingga menuainya, ak sendiri yang mengerjakannya.
*      Antiklimaks yaitu pengungkapan makna yang tergantung pada kata – kata yang diucapkn berturut – turut makin lama makin menurun tingkatannya. Contoh:
*      Jangankan seribu dan seratus, serupiahpun aku tak punya.
*      Retoris adalah majas yang mempergunakan kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban. Contoh:
*      Mana mungkin orang mati hidup kembali?
*      Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata – kata secara berlebihan degan dimaksud untuk menegaskan arti suatu kata. Contoh:
*      Merekan turun ke bawah untuk melihat keadaan barang – barangnya yang jatuh.
*      Dukun itu menengadah ke atas sambil mengadahkan kepalanya.
*      Aliterasi adalah majas yangmemanfaatkan kata – kata yang bunyi awalnya sama. Contoh:
*      Dara damba daku, dating dari danau.
*      Inilah indanya impian insane ingat sangat ingkar.
*      Antanaklasis adalah majas yang mengandung ulangan kata yang sama  dengan makna yang berbeda. Contoh:
*      Karena buah penaya yang controversial, dia menjadi buah bibir masyarakat.
*      Kita harus saling menggantungkan diri satu sama lain. Jika tidak, kita telah menggantung diri.
*      Pararelisme adalah majas perulangan sebagaimana halnya reptisi, hanya disusun dalam baris yang berbeda. Contoh:
*      Sunyi itu duka
*      Sunyi itu kudus
*      Sunyi itu lupa
*      Sunyi itu lampus
*      Kiasmus adalah majs yang berisi perulangan dan sekaligus mengandung inversi. Contoh:
*      yang kaya merasa dirinya miskin, sedangkan yang miskin merasa dirinya kaya.
*      Dalam kehidupan ini banyak orang pintar yang mengaku bodoh, dan orang bodoh banyak yang merasa dirinya pintar.
*      Majas Pertentangan
*      Paradoks adalah majas  pertentangan yang hanya kelihatan pada arti kata yang berlawanan. Contoh:
*      Ia mati  kelaparan ditengah – tengah kekayaan yang melimpah.
*      Antitesis adalah majas pertentangan yang mempergunakan kata – kata berlawanan. Contoh:
*      Tuan muda
*      Tinggi rendah
*      Karya miskin
*      Suka duka
*      Majas Sindiran
*      Ironi adalah majs yang menyatakan hati sebaliknya dengan maksud menyindir.Contoh:
*      Merdu benar suaramu hingga aku terbangun.
*      Sinisme adalah majas yang mempergunakan kata – kata yang bermakna sebaliknya. Contoh:
*      Muntah aku melihat mukamu.
*      Sarkasme adalah majs sindiran yang paling kasar menggunakan kata – kata yang tidak sopan. Contoh:
*      Dasar kambing kamu!
Posted on by Fairuz Rafida ( 내 블로그 ) | No comments

0 comments:

Posting Komentar