·
Pengertian
Sastra
Kata Kesustraan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu
susastra. Kata susastra yaitu terdiri
dari:
§ Su
berarti baik dan indah
§ Sastra
berarti tulisan atau karangan
Sastra
adalah segala urusan tulisan atau karangan yang mengandung nilai – nilai
kebaikan yang ditulis dengan bahasa yang indah.
·
Fungsi
Sastra
Fungsi sastra dapat digolongkan menjadi lima golongan
yaitu:
§ Fungsi
reaktif yaitu manfaat yang bias memberikan rasa senang, gembira, dan menghibur
pembaca.
§ Fungsi
didaktif yaitu manfaat yang mendidik pembacanya dengan nilai – nilai kebenaran
yang terkandung di dalamnya.
§ Fungsi
estetis yaitu manfaat yang memberikan keindahan bagi pembacanya.
§ Fungsi
moralitas yaitu manfaat untuk membedakan moral yang baik dan tidak baik.
§ Fungsi
religiusitas yaitu manfaat yang mengandung nilai agama yang harus diteladani
oleh pembacanya.
·
Ragam
Sastra
Sastra terdiri atas tiga jenis yaitu:
§ Puisi
Bentuk sastra yang dilukiskan dengan
menggunakan bahasa yang singkat dan
padat,menenkankan pemakaian kata bermakna konotatif, penggunaan gaya bahasa,
serta memerlukan kemerduan pengungkapan. Bentuk – bentuk puisi:
Puisi Lama
Mantra adlah puisi yang mengandung kekuatan magis,
umumnya digunakan dalam upacara keagamaan.
Pantun adalah puisi lama yang mengandung cirri – ciri
sebagai berikut:
Satu bait terdiri dari empat baris,
Baris pertama dan kedua sampiran, baris ketiga dan
keempat merupakan isi,
Setiap baris terdiri dari delapan sampai dua belas
suku kata,
Bersajak abab.
Contoh:
Gendang gendut
Tali kecapi
Kenyang perut
Senanglah hati
Darimana datangnya lintah
Dari
sawah turun ke kali
Darimana
datangnya cinta
Darimana
turun ke hati
Puisi baru ( tahun 30 – an )
Distichon ( Puisi dengan untaian 2 baris )
Terzina ( Puisi dengan untaian 3 baris )
Kuartet ( Puisi dengan untaian 4 baris )
Quin ( Puisi dengan untaian 5 baris )
Sektet ( Puisi dengan untaian 6 baris )
Septime ( Pisi dengan untaian 7 baris )
Oktaf / Stanza ( Puisi dengan untaian 8 baris )
Sonata ( Puisi dengan untaian 9 baris )
Puisi bebas
Puisi kontemporer
§ Prosa
Prosa adalah bentuk sastra yang
dibedakan dengan puisi, karena prosa menggunakan bahasa yang bebas dan panjang,
tidak terlalu terikat oleh irama, rima atau kemerduan bunyi. Bentuk bentuk prosa antara lain:
Mite adalah cerita yang dianggap benar –benar terjadi
dan disucikan, misalnya:
Mengenal kehidupan dewa,
Roh – roh halus, yang berkaitan dengan kepercayaan
masyarakat waktu itu.
Legenda adalah cerita asal usul yang mengisahkan
sejarah atau suatu kejadian peristiwa, misalnya:
Cerita Rorojongrang,
Tangkuban Perahu,
dan sebagainya.
Dongeng adalah cerita yang lahir berdasarkan khayalan
semata, misalnya:
Kancil,
Kura – kura,
dan sebagainya.
Hikayat adalah kisah mengenai kehidupan manusia dalam
pengertian yang sebenarnya. Hikayat bercerita mengenai kehidupan istana,
kebesaran raja – raja, peperangan, dan kepahlawanan misalnya:
Hikayat Raja Kalbar,
Hikayat Melayu,
dan sebagainya.
Novel adalah cerita atau prosa panjang yang mengandung
rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang – orang di sekelilingnya,
dengan menonjolkan watak dari sifat pelaku. Contohnya:
Siti NUrbaya,
Azab,
dan sebagainya.
Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk naratif,
mengisahkan sepenggal kehidupan manusia yang penuh pertikaian, mengaharukan,
dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan.
§ Drama
Drama
adalah bentuk sastra yang dilukiskan dengan menggunakan bahasa yang panjang dan
bebas, bertujuanmenggambarkan kehidupan lewat lakuan dialog ( percakapan ) para
tokoh, dan dipentaskan.
§ Pengarang
dan karyanya ( Berupa puisi )
Guridam Dua Belas adalah Raja Ali, disebut Guridam Dua
Belas karena berisi 12 pasal yang berisi nasihat dan petuah terhadap diri
sendiri, orang tua, anak, suami, istri, Tuhan, kawan, dan masyarakat.
Syair Singapura dimakan Api oleh Abdullah bin
Abdulkadir Munsyi.
Moh. Yamin ( Tokoh BP ) Perubahan Puisi ke Sonata.
Rustam Effendi ( Tokoh BP)
Percikan Perenungan
Bebasari ( Drama Bersajak )
Sultan Takdir Alisyahbana ( Tokoh BP )
Tebaran Mega
Amir Hamzah ( Raja penyair BP )
Armyn Pane ( Tokoh BP )
Jiwa Berjiwa,
Gamelan jiwa
Sanusi Pane( Tokoh BP )
Puspa Mega,
Mada Kelana.
Y. E. Tatengkeng ( Tokoh BP )
Rindu Dendam.
Chairil Anwar ( Tokoh angkatan 45 )
Deru Campur Debu,
Yang Terhempas dan Yang Terputus.
Sitor Sitomorang ( Angkantan 50 –an)
Surat Kertas Hijau,
Wajah Tak Bernama.
Taufik Ismail ( Angkatan 66 )
Tirani,
Benteng,
Manifestasi,
Sajak Ladang Jagung.
Subagyo Sastro Wardoyo ( Angkatan 66 )
Shimponi.
W. S Rendra
Sajak Sepatu Tua,
Belanda Orang – Orang Tercinta,
Empat Kumpulan Sajak,
Nyanyian Angsa.
§ Gaya Bahasa
Gaya
bahasa adlah pemakaian kata – kata kiasan dan perbandingan yang tepat untuk
melukiskan sesuatu. Gaya bahasa berbeda dengan ajas. Majas adalah bagian dari
gaya bahsa yaitu:
Majas perbandingan
Metonimia adalah majas yang menyatakn merek dagangan.
Contoh:
Bapak naik HONDA pergi ke kantor.
Kiasan atau metafora
adalah majas yang membandingkan suatu benda dengan benda lain. Contoh:
Ani malam telah keluar dari balik awan.
Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda
dengan perilaku manusia ( penginsanan ). Contoh:
Angin berbisik,
Hujan mencercahkan kakinya ke bumi.
Eufimisme adalah majas yang mengganti suatu kata
dengan kata lain yang hampir sama artinya, dengan maksud yang mengahaluskan
bahasa.
Rupanya anak saudara kurang pandai.
Hiperbola adalah melukiskan keadaan yang melebih –
lebihkan.
Hatiku terbakar cemburu.
Alegori adalah majas yang memperlihatkan perbandingan
utuh.
Bahtera hidup.
Majas Penegasan
Repetisi adalah majas yang mengulang sepatah
kataberkali – kali dalam kalimat. Contoh:
Cinta adalah keindahan,
CInda adalah kebahagiaan,
Cinta adalah pengorbanan.
Klimaks adalah menyatakan beberapa hal berturut –
turut semakin lama semakin memuncak.
Contoh:
Sejak menyemaibenih, tumbuh, hingga menuainya, ak
sendiri yang mengerjakannya.
Antiklimaks yaitu pengungkapan makna yang tergantung
pada kata – kata yang diucapkn berturut – turut makin lama makin menurun
tingkatannya. Contoh:
Jangankan seribu dan seratus, serupiahpun aku tak
punya.
Retoris adalah majas yang mempergunakan kalimat tanya
yang tidak memerlukan jawaban. Contoh:
Mana mungkin orang mati hidup kembali?
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata – kata
secara berlebihan degan dimaksud untuk menegaskan arti suatu kata. Contoh:
Merekan turun ke bawah untuk melihat keadaan barang –
barangnya yang jatuh.
Dukun itu menengadah ke atas sambil mengadahkan
kepalanya.
Aliterasi adalah majas yangmemanfaatkan kata – kata
yang bunyi awalnya sama. Contoh:
Dara damba daku, dating dari danau.
Inilah indanya impian insane ingat sangat ingkar.
Antanaklasis adalah majas yang mengandung ulangan kata
yang sama dengan makna yang berbeda.
Contoh:
Karena buah penaya yang controversial, dia menjadi
buah bibir masyarakat.
Kita harus saling menggantungkan diri satu sama lain.
Jika tidak, kita telah menggantung diri.
Pararelisme adalah majas perulangan sebagaimana halnya
reptisi, hanya disusun dalam baris yang berbeda. Contoh:
Sunyi itu duka
Sunyi itu kudus
Sunyi itu lupa
Sunyi itu lampus
Kiasmus adalah majs yang berisi perulangan dan
sekaligus mengandung inversi. Contoh:
yang kaya merasa dirinya miskin, sedangkan yang miskin
merasa dirinya kaya.
Dalam kehidupan ini banyak orang pintar yang mengaku
bodoh, dan orang bodoh banyak yang merasa dirinya pintar.
Majas Pertentangan
Paradoks adalah majas
pertentangan yang hanya kelihatan pada arti kata yang berlawanan.
Contoh:
Ia mati
kelaparan ditengah – tengah kekayaan yang melimpah.
Antitesis adalah majas pertentangan yang mempergunakan
kata – kata berlawanan. Contoh:
Tuan muda
Tinggi rendah
Karya miskin
Suka duka
Majas Sindiran
Ironi adalah majs yang menyatakan hati sebaliknya
dengan maksud menyindir.Contoh:
Merdu benar suaramu hingga aku terbangun.
Sinisme adalah majas yang mempergunakan kata – kata
yang bermakna sebaliknya. Contoh:
Muntah aku melihat mukamu.
Sarkasme adalah majs sindiran yang paling kasar
menggunakan kata – kata yang tidak sopan. Contoh:
Dasar kambing kamu!
0 comments:
Posting Komentar