Sabtu, 05 Januari 2019

Pengantar Bisnis Informatika : Sikap Menumbuhkan Semangat Dalam Belajar


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
        Pada kesempatan kali ini untuk menunjang tugas penulisan untuk mata kuliah Pengantar Bisnis Informatika pada kali ini berjudul “Sikap menumbuhkan semangat dalam belajar” nama saya Fairuz Rafida dari kelas 4IA12. Dari pengalaman saya hal untuk menumbuhkan semangat dalam belajar bisa berasal dari faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam yang saya maksud disini adalah dari diri sendiri seperti kesehatan pada fisik dan kesehatan psikologis saya. Sedangkan faktor luar yang saya maksud adalah lingkungan sekitar seperti teman bermain, guru atau dosen yang mengajarkan, tempat untuk belajar, waktu untuk belajar, dan keadaan cuaca.
Faktor dalam yang berasal dari diri sendiri, menurut saya pribadi merupakan faktor utama bagaimana berjalannya semangat dalam saya belajar. Saat faktor dalam yg berasal dari kesehatan fisik. Saya pernah mengalami saat badan saya tidak sehat di kampus karena pusing dan demam. Alhasil saat di kelas dosen mengajar saya tidak bisa fokus yang ada saya cuman duduk dan tidak paham dosen tersebut membahas apa. Saat itu saya hanya mengandalkan rekaman kamera telepon saya agar saya tidak tertinggal dari materi yang diajar oleh dosen. Saya akan mainkan rekaman yang saya rekam di kelas saat saya sudah dirumah atau sebelum ujian itu berlangsung. Beda hal saat faktor psikologis saya terganggu, karena ada masalah internal di keluarga saya atau masalah pribadi, yang membuat pikiran saya tidak bisa fokus. Saya datang ke kampus hanya duduk dan absen, saya tidak mau merekam apa yang dosen ajarkan di depan. Padahal saat itu dosen yang mengajarkan materi cukup penting untuk ujian tengah semester.
Setelah saya bahas faktor dalam menurut pengalaman saya, sekarang saya bahas faktor luar menurut pengalaman saya. Faktor luar yang saya bahas ini adalah teman bermain. Dengan bermain dengan teman yang semangat  belajar mempengaruhi saya dalam menumbuhkan semangat belajar. Karena dengan kita bermain dengan teman  yang bersemangat belajar menjadikan kita ingin mencontohnya entah sekedar menanyakan hal yang kebetulan saya tidak pahami atau kita belajar bersama. Aura positif yang ditimbulkan dapat menular.
Dari pengalaman saya juga guru atau dosen yang mengajarkan mempengaruhi saya dalam semangat belajar. Jujur saya tidak suka, dengan dosen yang hanya terlalu fokus atau hanya menyuruh mahasiswanya membaca tampilan yang ada di proyektor. Karena itu buat saya bosan, bahkan mengantuk. Tidak ada interaksi antar mahasiswa dan dosen juga tidak enak karena dosen tidak tau sampai mana mahasiswa paham dengan materi yang diajarkan. Saya pribadi lebih suka dengan dosen yang setiap pertemuan diantaranya memberikan tugas, mengulang materi, diadakan kuis sebelum uts karena tidak semua dosen dan sesi tanya jawab. Sedangkan saat belajar berlangsung tempat, waktu, dan cuaca mempengaruhi semangat saya dalam belajar. Pernah saya belajar di cuaca yang sedang panas di waktu jam dua siang yang dimana dosenya meminta tambahan kelas. Padahal hari itu kelas kami tidak ada jam mata kuliah di kampus. Sudah cuaca sedang panas di waktu jam dua siang, kelas yang kami dapat dari ruangan sekdos aroma menyengat seperti keringat anak kelas sebelumnya tercampur dengan bau asap rokok. Itu tidak hanya saya yang tidak bisa fokus belajar tapi satu kelas saya sama sekali tidak bisa fokus, dan jadi berisik. Kasihan juga dosen yang sudah mau meluangkan waktunya untuk mengganti mata kuliah. Karena hal seperti ini kami mahasiswanya tidak fokus dengan beliau. Alhamdulilah masalah pada saat itu teratasi karena kami sekelas pindah ruangan di kelas sebelah yang kami gunakan. Jadi belajar pun tidak ada kendala lagi.
        Sekian penulisan artikel pribadi dalam menumbuhkan semangat dalam belajar yang berdasarkan pengalaman saya pribadi. Semoga kedepannya saya bisa memperbaiki sikap saya lagi dalam menumbuhkan semangat belajar.

Posted on by Fairuz Rafida ( 내 블로그 ) | No comments

0 comments:

Posting Komentar