Assalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh
Pada
kesempatan kali ini untuk menunjang tugas penulisan untuk mata kuliah Pengantar
Bisnis Informatika pada kali ini berjudul “Sikap menumbuhkan semangat dalam
belajar” nama saya Fairuz Rafida dari kelas 4IA12. Dari pengalaman saya hal
untuk menumbuhkan semangat dalam belajar bisa berasal dari faktor dalam dan
faktor luar. Faktor dalam yang saya maksud disini adalah dari diri sendiri
seperti kesehatan pada fisik dan kesehatan psikologis saya. Sedangkan faktor
luar yang saya maksud adalah lingkungan sekitar seperti teman bermain, guru
atau dosen yang mengajarkan, tempat untuk belajar, waktu untuk belajar, dan
keadaan cuaca.
Faktor dalam yang
berasal dari diri sendiri, menurut saya pribadi merupakan faktor utama
bagaimana berjalannya semangat dalam saya belajar. Saat faktor dalam yg berasal
dari kesehatan fisik. Saya pernah mengalami saat badan saya tidak sehat di
kampus karena pusing dan demam. Alhasil saat di kelas dosen mengajar saya tidak
bisa fokus yang ada saya cuman duduk dan tidak paham dosen tersebut membahas
apa. Saat itu saya hanya mengandalkan rekaman kamera telepon saya agar saya
tidak tertinggal dari materi yang diajar oleh dosen. Saya akan mainkan rekaman
yang saya rekam di kelas saat saya sudah dirumah atau sebelum ujian itu
berlangsung. Beda hal saat faktor psikologis saya terganggu, karena ada masalah
internal di keluarga saya atau masalah pribadi, yang membuat pikiran saya tidak
bisa fokus. Saya datang ke kampus hanya duduk dan absen, saya tidak mau merekam
apa yang dosen ajarkan di depan. Padahal saat itu dosen yang mengajarkan materi
cukup penting untuk ujian tengah semester.
Setelah saya bahas
faktor dalam menurut pengalaman saya, sekarang saya bahas faktor luar menurut
pengalaman saya. Faktor luar yang saya bahas ini adalah teman bermain. Dengan
bermain dengan teman yang semangat belajar mempengaruhi saya dalam
menumbuhkan semangat belajar. Karena dengan kita bermain dengan teman yang bersemangat belajar menjadikan kita ingin mencontohnya entah sekedar
menanyakan hal yang kebetulan saya tidak pahami atau kita belajar bersama. Aura
positif yang ditimbulkan dapat menular.
Dari pengalaman saya
juga guru atau dosen yang mengajarkan mempengaruhi saya dalam semangat belajar.
Jujur saya tidak suka, dengan dosen yang hanya terlalu fokus atau hanya
menyuruh mahasiswanya membaca tampilan yang ada di proyektor. Karena itu buat
saya bosan, bahkan mengantuk. Tidak ada interaksi antar mahasiswa dan dosen
juga tidak enak karena dosen tidak tau sampai mana mahasiswa paham dengan
materi yang diajarkan. Saya pribadi lebih suka dengan dosen yang setiap
pertemuan diantaranya memberikan tugas, mengulang materi, diadakan kuis sebelum
uts karena tidak semua dosen dan sesi tanya jawab. Sedangkan saat belajar
berlangsung tempat, waktu, dan cuaca mempengaruhi semangat saya dalam belajar.
Pernah saya belajar di cuaca yang sedang panas di waktu jam dua siang yang
dimana dosenya meminta tambahan kelas. Padahal hari itu kelas kami tidak ada
jam mata kuliah di kampus. Sudah cuaca sedang panas di waktu jam dua siang, kelas
yang kami dapat dari ruangan sekdos aroma menyengat seperti keringat anak kelas
sebelumnya tercampur dengan bau asap rokok. Itu tidak hanya saya yang tidak
bisa fokus belajar tapi satu kelas saya sama sekali tidak bisa fokus, dan jadi
berisik. Kasihan juga dosen yang sudah mau meluangkan waktunya untuk mengganti
mata kuliah. Karena hal seperti ini kami mahasiswanya tidak fokus dengan
beliau. Alhamdulilah masalah pada saat itu teratasi karena kami sekelas pindah
ruangan di kelas sebelah yang kami gunakan. Jadi belajar pun tidak ada kendala
lagi.
Sekian
penulisan artikel pribadi dalam menumbuhkan semangat dalam belajar yang
berdasarkan pengalaman saya pribadi. Semoga kedepannya saya bisa memperbaiki
sikap saya lagi dalam menumbuhkan semangat belajar.
0 comments:
Posting Komentar